
Beijing - Otoritas China mendesak Amerika Serikat untuk kembali ke PBB terkait krisis Suriah. AS diminta untuk ekstra berhati-hati dalam mengambil keputusan sebelum melancarkan serangan ke Suriah.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menanggapi pernyataan AS yang enggan menunggu persetujuan dari Dewan Keamanan PBB sebelum melancarkan aksi militer ke Suriah. Hal ini disampaikan Menlu Wang saat berbicara melalui telepon dengan Menlu AS John Kerry, pada Minggu (8/9) malam.
Dalam percakapan telepon tersebut, seperti dilansir Asia One, Senin (9/9/2013), Menlu Wang meminta agar negara-negara terkait berpikir tiga kali sebelum bertindak atas Suriah. Dia juga mendorong negara-negara tersebut, termasuk AS, lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.
"AS harus kembali ke kerangka kerja Dewan Keamanan PBB untuk mencari konsensus dan menangani isu Suriah dengan sepantasnya," tutur Menlu Wang kepada Menlu Kerry.
Menurutnya, AS dan China harus menjadi inisiator dalam penegakan piagam PBB. "Untuk menjaga dan melindungi norma dasar dalam hubungan internasional dan menentang segala bentuk penggunaan senjata kimia," tutur Menlu Wang.
Pernyataan ini disampaikan setelah Presiden China Xi Jinping memberitahu Presiden AS Barack Obama dalam pertemuan G20 di Rusia, bahwa aksi militer bukanlah solusi untuk Suriah. Saat itu, Presiden Xi menyatakan, solusi politiklah yang diperlukan Suriah.
Berulang kali China menyerukan penyelidikan independen oleh inspektur senjata kimia PBB terkait laporan serangan kimia di Suriah. China juga memperingatkan agar jangan ada yang menghakimi atau mengabaikan hasil pemeriksaan PBB, dengan langsung mengambil keputusan.
Tim dari PBB sendiri masih melakukan analisa terhadap sampel yang mereka ambil langsung dari lokasi di Suriah. Diharapkan akhir pekan ini, hasil pemeriksaan PBB tersebut bisa diumumkan ke publik.
Posting Komentar