SRAGEN – Kota Sragen bakal ditata ulang menjadi Kota
Go Green. Penataan kota dimulai dengan pembuatan taman kota di sejumlah
titik strategis. Gedung pertemuan Komite Nasional Pemuda Indonesia
(KNPI) dan gedung perpustakaan daerah di Kauman, Sragen Wetan bakal
diubah menjadi ruang publik, termasuk sanggar pramuka di sebelah timur
gedung KNPI.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sragen,
Joko Purwanto, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (17/1/2013),
menerangkan Kota Sragen sebagai Ibukota Kabupaten Sragen bakal dijadikan
Kota Go Green, yakni kota hijau yang ditandai dengan banyaknya taman
kota. Joko mengatakan gedung KNPI dan perpusatakaan daerah bakal
diratakan tanah dan diubah menjadi public space.
“Pembongkaran dua gedung itu masih menunggu pembangunan gedung
pertemuan di Ganesha Technopark Sragen selesai. Pembungan gedung itu
dimulai tahun ini. Tapi, saya tak hafal alokasi anggarannya berapa. Yang
jelas, gedung itu nanti bukan hanya untuk pertemuan, tetapi juga untuk
resepsi pernikahan, pameran, dan kegiatan masyarakat lainnya,” ujar
mantan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan UMKM Sragen itu.
Perpustakaan daerah yang semula menempati gedung di dekat Kantor
Kementerian Agama Sragen, kini sudah pindah di Jl Raya Sukowati, wilayah
Kelurahan Sine, Sragen. Sedangkan gedung KNPI, kini masih digunakan
untuk resepsi pernikahan atau lomba kicau burung yang dikelola Badan
Lingkungan Hidup (BLH). Joko menambahkan selain dua gedung itu, sanggar
pramuka juga akan direlokasi, yakni menempati gedung bekas kantor Badan
Pelaksana Penyuluhan (Bapeluh) Sragen di dekat perempatan transito.
“Proses pembangunan gedung sanggar pramuka itu mulai dikerjakan tahun
ini. Rencananya sanggar pramuka juga diubah menjadi ruang publik.
Pembuatan taman itu sebenarnya untuk memenuhi aturan UU, yakni sebesar
30% dari total wilayah kota,” imbuhnya.
Menurut dia, technopark didesain menjadi eko wisata. Sementara objek
wisata di Bayanan dan Sambirejo bakal dijadikan wisata organik.
Alun-alun di depan Kantor Dinas Bupati Sragen pun, terang dia,
dikembalikan fungsinya menjadi sasana langen putra atau tempat rekreasi
anak-anak, seperti namanya. Revitalisasi alun-alun sudah dilakukan
dengan pembuatan pedestrian berbentuk lingkaran besar di sudut barat
laut dan timur laut.
“Semua itu kemungkinan terealisasi dan bisa berfungsi maksimal pada
2014. Satu tahun ini masih pembenahan untuk pergantian gedung pertemuan
dan sanggar pramuka,” tuturnya.

Posting Komentar